Teman Wanita Aku Sengaja Menunpahkan Nasi Dihadapan Nenek Aku Di Saat Pertama Kali Mereka Berjumpa, Bapaku Yang Melihat Kejadian ItuTidak Marah, Malah…

Posted on

Aku menemaninya dan sesampainya kami di depan kamar nenek, aku terkejut.

Pacarku kemudian menuangkan nasi dan sayuran itu ke lantai, di depan nenek, kemudian memecahkan mangkuk itu di sebelahnya. Nenek kemudian berteriak, “Aduh!”

Aku kaget, tapi belum sempat aku melakukan sesuatu, pacarku kemudian berkata, “Aduh nenek, kok nenek pecahin mangkuknya…

Kan mangkuk ini nanti aku mau pakai buat kasih makan mama mertuaku setelah aku menikah sama cucunya nenek. Kok nenek nggak hati-hati sih.”

Mama yang mendengar hal ini raut wajahnya langsung berubah drastis. Dia tidak bisa berkata apa-apa.

Papa yang mendengar ada keributan, langsung datang. Nenek kemudian terlihat sedikit panik, “Aduh sayang makanannya…” Begitu papa melihat apa yang terjadi, papa langsung memintaku untuk membersihkan semuanya.

Setelah semuanya selesai dibersihkan, papa mengajak pacarku dan nenek untuk makan bersama di meja makan.

Saat kami makan, mama tidak berkata sepatah kata pun. Raut wajahnya masih sangat jelek.

Papa berkali-kali mengambilkan sayur untuk pacarku, bahkan meminta pacarku untuk sering-sering datang.

Pacarku tersenyum senang, bahkan beberapa kali mengambilkan sayur untuk nenekku. Hari itu adalah hari dimana aku melihat senyum nenekku yang paling cantik.

Sejak hari itu, mama tidak pernah lagi bertindak semena-mena terhadap nenek. Sikapnya berubah drastis dan aku tidak pernah lagi melihat wajah nenek yang muram.

Sekarang kami sudah menikah dan kejadian itu sudah terjadi cukup lama. Suatu hari papaku menelefon, dia bertanya, “Ken, yang Vina lakuin dulu itu, dia sengaja?” Aku menjawab dengan jujur, “Iya pa. Vina sengaja.” Aku tidak mendengar amarah dari papaku, bahkan papaku berkata, “Anak itu cerdas banget. Dia juga berbakti banget. Kamu harus baik-baik jaga dia ya.” Papa kemudian mengirimkan sejumlah uang, katanya supaya kami bisa beli mobil supaya kami bisa sering-sering pulang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *